Selasa, 11 September 2012

Piping Engineer

Piping Engineer

Seperti kita sudah paham semua, Piping Stress Engineer adalah salah satu cabang ilmu dari Piping Engineering, selain Piping Material dan Piping Design.
Kalau dikategorikan berdasarkan “education background”, maka bisa dikatakan bahwa rata-rata background “orang piping” ini adalah dari Mechanical. Baik Sarjana Teknik Mesin, STM Mesin maupun Politeknik Mesin. Nggak begitu menjadi masalah.
Dan juga bukan berarti lulusan lain tidak bisa masuk. Bisa saja.
Menurut jalur masuknya, biasanya, Piping Design banyak didominasi oleh lulusan STM dan SMA, terutama para senior. Hal ini lebih karena Piping Design adalah sebuah disiplin yang sudah lama sekali, mungkin sudah sejak tahun 1945an, bahkan di Amerika sudah dikenal Piping itu pada tahun sebelum kia merdeka.
Sehingga banyak pekerjanya mendapat ilmu melalui kursus yang diselenggarakan oleh Perusahaan yang memperkerjakannya. Begitu seterusnya. Lagi pula, nature pekerjaanya lebih banyak membutuhkan pengalaman akan mengerjakan design yang sama atau hampir mirip, dari waktu ke waktu, dengan merujuk ke referensi atau design practice.
Misalnya, designer yang mendesign lay out piping di sekitar pompa, maka semakin sering dia mendesign pipa didaerah pompa, akan makin faham dia bagaimana mendesign system pipa yang sesuai dengan code practice. Proses pengulangan ini lah yang menjadi faktor utama. Sehingga semakin berpengalaman dia, semakin paham lah dia. Tentu saja dengan catatan, dia harus tetap kritis dalam bekerja.
Sedangkan Piping Stress dan Piping Material, walaupun masih berurusan dengan pipa, tapi tidak terlibat dalam proses design itu sendiri.
Piping Stress lebih kearah, secara singkat, memastikan bahwa pipa yang dibuat oleh designer, yang nantinya akan dialiri oleh Fluida yang panas ataupun dingin, yang terhubung dengan pompa misalnya, akan dapat beroperasi dengan aman tanpa mengalami permasalahan.
Disini, faktor analisa sangat berperan, sekaligus melakukan perhitungan (calculation) terhadap aktifitas dan behaviour pipa pada saat dialiri fluida panasatau dingin tadi.
Piping Material, lebih ke-arah penentuan dan pemilihan material pipa beserta accessoriesnya, yang sesuai dengan kondisi operasi, baik tekanan maupun temperature, sambil memperhitungkan pengaruh lingkungan.
Ada satu disiplin lagi, yaitu Pipe Support, yang mendesign pipe support pada pipa. Biasanya pekerjaan ini dilakukan oleh Piping Stress Engineer.
Dari ketiga displin utama tadi, Piping Designer, Piping Stress Engineer, Piping Material Engineer, tidak ada yang lebih unggul dan tidak ada pula yang tidak begitu penting. Semua sama-sama penting dalam menunjang keberhasilan sebuah Plant.
Tapi, kalau kita bicara scope pekerjaan, dalam hal ini merujuk ke jumlah manhour yang disediakan, maka piping design memakan porsi manhour yang paling besar, bisa sampai 75%, baru Piping Stress sebesar 10-20% dan sisanya Piping Material.
Manhour ini dengan sendirinya akan menentukan berapa jumlah personel disetiap disiplin.
Sehingga bisa dimengerti bahwa jumlah Piping Design akan sangat banyak sekali dibanding dengan Piping Stress dan Piping Material.
Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah seorang yang ber-background Piping Design bisa menjadi Piping Stress, dan sebaliknya?
Apakah seorang Piping Stress bisa mengerjakan pekerjaan Piping Material dan sebaliknya?
Menurut saya, bisa saja. Kenapa tidak? Semuanya bisa dipelajari. Hanya saja, apakah akan berhasil menjadi Piping Stress yang handal, atau menjadi Piping Designer yang jago, atau ahli di Piping Material, semuanya berpulang kepada masing-masing individu.
Satu hal yang perlu diingat adalah tidaklah mungkin seseorang akan menjadi ahli dan jago di ketiga bidang disiplin ilmu tadi. Yang ada, seseorang yang sudah lama berkecimpung dan menjadi ahli di Piping Stress, tapi tidak akan se-ahli si A yang sudah malang melintang di dunia Piping Designer.
Yang paling baik adalah anda mempunyai bidang yang sangat anda sukai dan kuasai, tapi tetap mempelajari dan menegrti tentang bidang lain.
Jadi, jika senang dan ahli piping stress, maka tidak ada salahnya untuk mengerti tentang piping design, kaidah-kaidah dalam design, mengetahui tentang 3D model, PDS, PDMS serta proses dalam pekerjaan menggunakan software tyersebut, serta mengerti juga piping material termasuk prosedur pembuatan piping specification, requisition.
Jika bisa mengerti semua, maka sudah layak anda menjadi seorang Piping Engineer, dan mungkin sudah bisa menjadi Lead Piping Engineer disebuah project. Artinya lagi karir anda akan meningkat.
Sekarang, anda sudah ada dimana?
Piping Stress?
Piping Design?
Piping Material?
Sudah kah kita memahami Code and Standard yang sering digunakan dalam pekerjaan kita? Pasti sudah ya…
Sudah kah kita mengerti ilmu dasar dari pekerjaan yang sedang kita lakukan?
Perlukan kita menambah ilmu lagi dengan membaca dan mengikuti kursus, misalnya?
Jawabannya, tergantung masing-masing pribadi.
Yang penting, jangan pernah berhenti belajar, membaca buku, standard, dan journal yang berhubungan dengan pekerjaan kita.
Karena, akan lebih banyak manfaatnya dari pada ruginya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar